Showing posts with label ceritaKita. Show all posts
Showing posts with label ceritaKita. Show all posts

July 11, 2016

Untuk Delapan Juli yang Ke Dua Puluh Empat



Akan ada selalu tulisan seperti ini setiap tahun, sekalipun kadang telat.

Alhamdulillah…

Ternyata usia begitu cepat berganti, waktu tidak bisa dihentikan untuk sekedar mengambil nafas. Kesempatan demi kesempatan datang sili berganti. Keberhasilan demi keberhasilan mulai tercapai. Kegagalan demi kegagalan akan terus menghantui setiap jengkal pengambilan keputusan. Tidak masalah, warna-warni kehidupan.

Semakin lama semakin memaknai arti dari sebuah penambahan usia. Pelajaran berharga selalu hadir untuk menemani hidup yang kadang juga tidak terlalu rame, tidak terlalu sepi juga. Biasa saja. Padahal kata banyak orang hidup itu seperti roller coaster, naik turun berkelok-kelok, kadang naik kadang turun, malah ada titik-titik tertentu yang bikin jantung seperti mau copot karna lem yang ditempel Tuhan tidak seberapa berfungsi. Mungkin saya kurang bersyukur jadi kurang bisa menikmati perjalan ini.

“Coba belajar bersyukur ya mas…”, kata saya kepada diri saya sendiri.

“Iya…”, jawab saya lirih menanggapi saran dari sisi diri saya yang lain.

Sangat senang karna momen penambahan usia ini berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1437H. Seperti dirayakan oleh semua umat manusia. 

Semoga kado terindah adalah lulus dengan baik di tahun ini. Akan sangat menyenangkan bisa menggugurkan satu kewajiban. dan.... Selamat datang kewajiban baru yang lain! Saya akan sangat bersemangat sekali mengahadapi tantangan-tantangan baru.

Bapak Ibuk terima kasih untuk semua dukungan yang tidak ada hentinya. Maaf kalo anakmu ini merepotkan mu karna sekarang menganggur. Doa-kan semoga segera lulus dan segera mendapatkan pekerjaan yang layak. Akan sangat banyak sekali jalan untuk membahagiakan kalian semua ketika pintu rejeki dibukakan. Saatnya kalian duduk di kursi malas dan melihat hasil dari semua kerja keras kalian selama ini. 

Dan untuk semua keluarga, teman, dan sahabat terima kasih sudah menjadi penambah daya yang sangat luar biasa. 

Siska Primadani terima kasih atas semua dukungan dan kerja samanya, semoga selalu sabar yaa … maaf kalo aku rewel dan cerewet. Jaketnya pasti aku pakai. 

Ah… senangnya  

Selamat Ulang Tahun …. *Tiup lilin     

June 18, 2016

WONGSOYUDAN #BALASDI18

Pertama kali tau Pandji Pragiwaksono ya dari acara “Kena Deh!” sebuah acara dengan konsep melempar pertanyaan random ke setiap orang yang ditemui si presenter, yg kebetulan adalah Mas Pandji. Acaranya sih engga seberapa bagus – bagus amat, tapi menghibur.
 
Terus kemudian saya tau Mas Pandji di sebuah acara yg ditayangkan oleh Metro TV yaitu “Provocative Proactive”.

Saya sih engga ngikutin semua, tapi lumayan tau acaranya kayak gimana, dan pertama kali yg terlintas pada waktu ngeliat Mas Pandji di acara itu adalah…..

eh ternyata pinter juga…. Hehehehe

Ekspektasi saya, waktu liat Mas Pandji di “Kena Deh!” itu berkata kayaknya engga mungkin deh si gendut item ini se-pinter ini kayak waktu di “Provocative Proactive” 

Akhirnya saya penasaran, saya mulai cari tau tentang Mas Pandji di internet soal siapa sih orang ini? Karna waktu itu belum terlalu terkenal ya kayaknya gugel aja ogah nyari yg sesuai dengan dengan keyword yg saya pengen yaitu Mas Pandji.

Waktu itu tahun 2011, saya engga tau itu Stand-Up Comedy, tapi saya cuma tau Raditya Dika lewat film yang ditayangkan di tivi waktu itu, Kambing Jantan. Dan setelah itu saya tau kalo dia nulis di blog dan kemudian tulisannya diangkat dan dijadikan buku kemudian best seller, sampai akhirnya diproduksi jadi Film dan akhirnya sampai ditayangkan di tivi, SCTV kalo saya engga lupa.

Dari Raditya Dika ini saya ngikutin Stand-Up Comedy. Waktu tahun itu YouTube engga se-ngetren sekarang. Istilah “Youtuber” juga engga ada. Video Radit melakukan Monolog dan lucu itu di upload di YouTube, yg pada saat itu ada di 3 tempat berbeda, salah satunya adalah Comedy Café. Nah disitu saya lihat juga pertama kali Mas Pandji melakukan Stand-Up Comedy.

Ooo…. Mas Pandji ini juga orang Stand-up toh… saya belum kenal istilah komika pada waktu itu.

Dan menurut saya masih lucu Radit sih! Hehehe … Saya baru tau kalo komedi itu segmented ya baru-baru ini aja. Ya…mungkin materi si Radit lebih kena’ di saya karena pada waktu itu Radit selalu bawain materi yg enteng terutama tentang relationship. Waktu itu saya baru lulus SMA, dan masalah itu dekat sekali dengan saya.

Kemudian saya main blog, karena saya ter-inspirasi dengan Raditya Dika. 

Sampai pada akhirnya saya tau istilah Blog Walking, dari blog walking yg saya lakukan, saya jalan-jalan ke blog siapa aja yang menurut saya menarik, termasuk ke blog Mas Pandji.

Oooo…. Nulis juga toh…

saya hampir selalu update dengan tulisan Mas Pandji, ya setelah saya nemu blog Mas Pandji. Gaya nulisnya saya suka enteng aja gitu kayak ngobrol. Dan selalu ending-nya engga ketebak terus ada pesan yang disampaikan.

Dari blog inilah saya banyak tahu tentang karya-karya Mas Pandji, misalnya nge-rap, melakukan kegiatan sosial, melakukan stand-up comedy sampai menulis buku.

Kemudian saya mulai mengkoleksi Artefak dari Pandji Pragiwaksono,

Artefak Pandji Pragiwaksono

Saya belajar banyak dari buku-buku Mas Pandji, misalkan Berani Mengubah. Saya tahu tentang politik, tentang perjuangan Papua untuk mendapatkan hak, tentang pengertian sebenarnya dari Kapitalis, tentang Ateis dan Agnostik, percakapan bareng orang yg menganut faham Ateis. Menarik sekali dan sangat membuka wawasan. 

Beberapa waktu ini saya juga dengerin #PoadcastAwalMinggu si @adrianoqalbi, pernah dalam sebuah kesempatan si Adri bilang, “kalo engga ada yg memahami kita, ya kita yg harus memahami mereka” ini sama kayak percakapan seorang atheis dengan penyiar radio di buku Berani Mengubah. 

Dan buku itu hanya saya baca dalam sehari, nagih soalnya. Dan tergolong koleksi buku yg saya baca lebih dari sekali.

Ada yg special dari koleksi saya, yang ini

Tanda Tangan Mas Pandji

Ada tanda tangan Mas Pandji, waktu itu ada tur special Mas Pandji Mesakke Bangsaku di Surabaya, saya sengaja bawa buku itu, kali aja bisa dapet tanda tangan dari Mas Pandji. Eh ternyata dapet, dan plus bisa foto sama Mas Pandji, ini Fotonya…

Aldy, Saya (Angger), Mas Pandji, dan Achi
Saya yang pake kemeja warna biru, waktu itu masih cupu. Sekarang mendingan hehehehe…

Saya kuliah di Ilmu Komunikasi, materi lawakan mas pandji juga pernah saya jadikan sebuah karya tulis ilmiah yang saya kirimkan ke DIKTI. Saya menulis berdasarkan buku Mas Pandji yang berjudul Merdeka Dalam Bercanda. 

Kemudian yg terbaru, Video Stand-Up Comedy di Teater Jakarta saya jadikan bahan untuk skripsi. Saya sekarang semester 8 dan sedang menulis skripsi tentang Stand-Up Comedy.

DVD Mesakke Bangsaku

Betewe, dosen saya engga ngerti-ngerti amat soal Stand-up Comedy, ya semoga engga ribet lah ya pertanyaan waktu sidang nanti.

Waktu ditanya kenapa pilih Pandji Pragiwaksono sebagai objek, jawaban saya waktu sidang proposal kemarin, “Ya.. saya ngerasa deket aja buk, saya nge-fans sama dia buk”. Dosennya cuma manggut-manggut.

Oiya Mas Pandji, mohon maaf kalo penelitian yg menyangkut karya-karya Mas Pandji tidak melalui ijin yg bersangkutan seperti Mas Pandji, tapi karena memang itu diperbolehkan. Dan mungkin melalui tulisan ini saya secara tidak langsung meminta ijin dan mohon doa agar lancar ya mas … hehehe

Saya juga ngikutin twitter Mas Pandji, saya suka prinsip Mas Pandji soal, “orang yg minta folbek itu alay”. 

Dan Mas Pandji adalah salah satu akun yg suka bales twit follower-nya. Termasuk saya juga pernah, saya seneng twit saya dibales sama artis idola *ea

Saya pamerin temen saya! Hahahahaha!

Dari situ saya juga tau soal #BalasDi18 , saya sudah tau lama tapi yg tahun ini, Tokyo!

Saya orang yang suka berandai-andai, Jepang adalah Negara yang ingin saya kunjungi. Ketika ditanya temen setelah kuliah mau kemana, saya suka iseng jawab, “saya mau ke Jepang!”. Saya ditanya iseng soal agenda bulan Agustus tahun ini, saya juga iseng jawab, “saya mau ke Jepang!” 

Oiya mas, Tokyo itu Jepang kan Mas?

Saya percaya akan kekuatan bawah sadar,  saya sudah memimpikan Jepang jauh sebelum ada Sayembara #BalasDi18 ada dan ketika saya juga belum tau siapa Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo.

***

Waktu itu saya sengaja bawa buku untuk sekedar dapat tanda tangan Mas Pandji, sekarang ini saya sengaja nulis untuk membuktikan bahwa saya telah menjadi WONGSOYUDAN sejati. Semoga Mas Pandji bisa menjadi perpanjangan dari Tuhan untuk menjadikan nyata mimpi saya.

Dalam satu kesempatan saya pernah membaca salah satu tulisan Mas Pandji tentang “Ayah” sejak saat itu saya resmi mengukuhkan diri menjadi WONGSOYUDAN. 

“KITA BELUM KALAH, SEBELUM KITA BERHENTI MEMUKUL”

Saya akan terus “memukul” Mas Pandji …

Selamat Ulang Tahun Mas, Panjang Umur Sehat Selalu

Wassalam,

October 6, 2015

Lebih baik sakit gigi



Jatuh cinta itu sakit, kadang.
 
Mungkin akan kau pegang dada mu berulang-ulang saking sakitnya menahan rasa sakit yg ada di dalam. Bukan rasa sakit yg biasa. Karena harus kau tahan penuh berjuta ego mu untuk sejengkal kemenangan kecil. Tak masuk akal bukan?

Jangan pula sampai kau lengah,
 jika terlalu bahagia mungkin sedikit keseimbanganmu goyang, maka kau akan terlempar bahagia karena saking girangnya. Ke luar angkasa mungkin?

Tidak butuh banyak logika, karena logika mu mungkin akan dianggap sampah oleh peri-peri cinta. Tapi jangan terlalu kau masukkan segala perasaan mu untuk urusan ini, jika kau pernah merasakan sakit gigi yg paling parah, ini jauh lebih parah.

Jadi bagaimana? 

Lebih baik sakit gigi.

October 1, 2015

Ada yg bilang #eeeaa ?

dari gugel


Mie spesial lebih enak ketimbang yg biasa. Mie soto spesial ada tambahan jeruk nipisnya jadi rasanya lebih sedep daripada yg biasa. Memang.. yg spesial harus tau kalau dia memang spesial. Bisa memposisikan diri bahwa dia dispesialkan, untuk ukuran mie instan memang yg spesial selalu lebih enak daripada yg biasa. 


Bukan cuma mie, untuk ukuran martabak juga. Martabak Manis (baca:Terang Bulan) yang spesial harganya lebih mahal, lebih banyak topingnya misalkan. Atau mungkin gulanya lebih satu sendok, taburan mesisnya lebih banyak, parutan kejunya lebih banyak? Ya memang itu. Yang spesial memang harus bisa memposisikan diri bahwa dirinya spesial dan lebih enak dari yang biasa-biasa. 


Kamu spesial, harusnya kamu tau kalo dispesialkan. Mengertilah kalau kamu memang spesial. Bisa memberikan rasa aman pada orang-orang yang menganggap mu spesial. Memberikan rasa “enak” yang dimaksudkan.


Untuk kamu yg spesial.


Ada yg bilang #eeeaa ?